menu melayang

Kajian dan Pengembangan


Kamis, 11 Juni 2026

Unsur-Unsur Inti dalam Kalimat Bahasa Arab


Ketika kita berbicara dalam bahasa Indonesia, sebuah kalimat minimal terdiri dari unsur pokok.
Misalnya:
> Ahmad belajar.
Ada pelaku (Ahmad) dan ada aktivitas (belajar).
Begitu pula dalam bahasa Arab. Sebuah kalimat tidak bisa berdiri tanpa unsur-unsur inti yang menjadi penopangnya. Menariknya, sebagian besar unsur inti tersebut termasuk ke dalam kelompok yang disebut Al-Marfū'āt Minal Asmā' (isim-isim yang berkedudukan marfū').
Karena itulah, marfū'ātul asmā' dapat disebut sebagai: "Pemeran utama dalam sebuah kalimat."

Mereka bukan sekadar kata yang berakhiran dhammah, tetapi memiliki posisi penting yang menjadi tulang punggung makna kalimat.
Dua Bentuk Kalimat dalam Bahasa Arab
Secara umum, kalimat bahasa Arab terbagi menjadi dua:
1. Jumlah Ismiyyah
Kalimat yang diawali isim.
Contoh:
البَيْتُ جَمِيلٌ
(Rumah itu indah)
Kalimat ini dibangun oleh dua unsur utama: Mubtada' + Khabar
Keduanya termasuk Marfū'ātul Asmā'.
2. Jumlah Fi'liyyah
Kalimat yang diawali fi'il.
Contoh:
جَاءَ الطَّالِبُ
(Siswa itu datang)
Kalimat ini dibangun oleh unsur utama: Fi'il +  Fa'il (FIIFA)
Jika kalimat diubah menjadi pasif:
كُتِبَ الدَّرْسُ
(Pelajaran itu telah ditulis)
Maka muncul: Nā'ibul Fa'il
Keduanya juga termasuk Marfū'ātul Asmā'

Mengapa Marfū'āt Sangat Penting?
Karena hampir setiap kalimat Arab pasti melibatkan salah satu dari mereka.
Dalam jumlah ismiyyah kita menemukan:
Mubtada' + Khabar
Dalam jumlah fi'liyyah kita menemukan:
Fa'il + Nā'ibul Fa'il
Kemudian ada unsur pelengkap yang tetap berstatus marfū', seperti: Ismu Kāna, Khabar Inna, Tabi' Lil Marfū' (NATAB)

Karena itu, memahami marfū'āt sama artinya dengan memahami struktur dasar kalimat bahasa Arab.

Jadi, Marfū'ātul Asmā' bukan sekadar kumpulan isim yang berharakat dhammah, tetapi merupakan komponen inti yang membangun kalimat bahasa Arab. Sebagian menjadi pelaku, sebagian menjadi pokok pembicaraan, sebagian menjadi pemberi informasi, dan sebagian lagi mengikuti unsur-unsur tersebut dalam i'rabnya.

Karena itu, jika seseorang telah memahami marfū'ātul asmā', sesungguhnya ia telah memahami fondasi utama struktur kalimat dalam bahasa Arab.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Bahasa Arab