الحمد لله الحمد لله الَّذِي جَعَلَ الدُّنْيَا دَارَ مَمَرٍّ وَالْآخِرَةَ دَارَ قَرَارٍ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ
فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Kita sedang berada di bulan Dzulhijjah, bulan yang agung, bulan yang penuh keberkahan, bulan yang mengingatkan manusia bahwa hidup ini bukan sekadar dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.”
(HR. Bukhari)
Namun sayangnya, di tengah kemuliaan hari-hari ini, banyak manusia justru semakin sibuk dengan dunia.
Pikiran dipenuhi pekerjaan.
Hati dipenuhi target.
Waktu habis untuk urusan dunia.
Hingga perlahan hubungan dengan Allah mulai melemah.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
“Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.”
(QS. At-Takatsur: 1)
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Izinkan khatib menyampaikan sebuah kisah.
Diceritakan, ada seorang ulama salaf melihat seseorang menangis tersedu-sedu di pemakaman.
Maka ulama itu bertanya:
“Apa yang membuatmu menangis?”
Orang itu menjawab:
“Aku baru saja menguburkan sahabatku.”
Lalu ulama itu berkata:
“Apakah engkau menangis karena ia meninggal?”
Ia menjawab:
“Bukan. Aku menangis karena kemarin kami masih duduk bersama membicarakan rencana dunia, dan hari ini ia sudah berada di bawah tanah.”
Allahu Akbar.
Betapa cepat dunia berlalu.
Yang kemarin tertawa bersama kita, hari ini sudah dipanggil Allah.
Yang kemarin sibuk bekerja, hari ini jasadnya sudah dibungkus kain kafan.
Karena itu para ulama berkata:
“Tidak ada keyakinan yang paling diyakini manusia selain kematian, tetapi tidak ada yang paling sedikit dipersiapkan selain kematian.”
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Lalai itu datang perlahan.
Bukan langsung meninggalkan agama.
Tetapi sedikit demi sedikit:
shalat mulai ditunda,
Al-Qur’an mulai ditinggalkan,
dzikir mulai jarang,
majelis ilmu mulai hilang.
Hingga hati menjadi keras.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dalam tubuh ada segumpal daging. Apabila ia baik maka baik seluruh tubuh, dan apabila ia rusak maka rusak seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dzulhijjah hadir untuk membangunkan hati kita.
Takbir yang berkumandang mengajarkan bahwa Allah Maha Besar.
Bukan dunia.
Bukan jabatan.
Bukan harta.
Ibadah haji mengingatkan kita bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah hanya dengan kain sederhana.
Ibadah kurban mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus lebih besar daripada cinta kepada dunia.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
“Dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Al-A‘la: 17)
Maka jangan biarkan Dzulhijjah berlalu begitu saja.
Boleh jadi ini adalah Dzulhijjah terakhir kita.
Maka:
perbaikilah shalat,
hidupkan istighfar,
dekatkan keluarga kepada Allah,
dan jangan biarkan dunia menguasai hati kita.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله
اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين
أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Ada seorang tabi‘in bernama Malik bin Dinar رحمه الله.
Beliau pernah berkata:
“Penduduk dunia keluar dari dunia dalam keadaan belum merasakan kenikmatan terbaik di dalamnya.”
Lalu beliau ditanya:
“Apa kenikmatan terbaik itu?”
Beliau menjawab:
“Mengenal Allah dan merasakan nikmat beribadah kepada-Nya.”
Hari ini banyak manusia memiliki:
rumah,
kendaraan,
jabatan,
popularitas,
tetapi hatinya gelisah.
Karena hati tidak akan tenang kecuali dekat dengan Allah.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)
Maka manfaatkan hari-hari Dzulhijjah ini:
perbanyak dzikir,
perbanyak taubat,
perbanyak sedekah,
dan perbanyak amal saleh.
Semoga Allah menjadikan hati kita hidup dengan iman dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات
اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا إلى النار مصيرنا
اللهم أصلح قلوبنا وأصلح نياتنا وأصلح أبناءنا وذرياتنا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عباد الله
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى
وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم
ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.