menu melayang

Kajian dan Pengembangan


Jumat, 12 Juni 2026

Pada Saat Semuanya Akan Berakhir

Pagi itu, kabar duka datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Nama yang selama ini akrab terdengar dalam majelis, ceramah, musyawarah, dan berbagai kegiatan umat, kini disebut dalam kalimat yang berbeda: "Telah wafat..."
Begitulah kehidupan.
Hari-hari sebelumnya mungkin masih diisi dengan rencana, nasihat, pertemuan, dan berbagai urusan yang belum selesai. Namun ketika waktu yang telah Allah tetapkan tiba, semua aktivitas dunia berhenti seketika. Jabatan ditinggalkan. Kesibukan ditinggalkan. Harta ditinggalkan. Yang tersisa hanyalah amal dan jejak kebaikan yang pernah ditanamkan.
Wafatnya KH. Mukhlis Utsman bukan hanya menghadirkan kesedihan bagi keluarga dan masyarakat. Ia juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjalanan hidup ini memiliki ujung yang pasti. Tidak ada seorang pun yang mampu menunda satu detik ketika panggilan itu datang.

Sering kali kita hidup seolah masih memiliki waktu yang sangat panjang. Menunda taubat, menunda memperbaiki diri, menunda meminta maaf, bahkan menunda berbuat baik. Padahal setiap hari yang berlalu sesungguhnya sedang membawa kita semakin dekat kepada pertemuan terakhir dengan Allah SWT.

Rasulullah ﷺ bersabda:
كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا
"Cukuplah kematian sebagai nasihat."

Kematian tidak berbicara dengan kata-kata, tetapi ia mengajarkan pelajaran yang sangat dalam. Ia mengingatkan bahwa dunia hanyalah tempat singgah. Ia menyadarkan bahwa umur bukanlah soal berapa lama hidup, melainkan apa yang telah diisi selama hidup.
Hari ini kita mengantarkan seorang hamba Allah menuju peristirahatan terakhirnya. Besok, lusa, atau entah kapan, bisa jadi giliran kita yang diantarkan. Karena itu, sebelum semuanya benar-benar berakhir, masih ada kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan sesama, mendekatkan diri kepada Allah, dan meninggalkan jejak kebaikan yang akan terus dikenang.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa KH. Mukhlis Ustman, melapangkan kuburnya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Dan semoga kabar duka ini tidak hanya menjadi berita yang kita dengar, tetapi juga menjadi nasihat yang kita resapi.
Karena pada akhirnya, yang akan dikenang bukanlah seberapa lama kita hidup, melainkan seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan setelah hidup itu berakhir.
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.
Takziah atas wafatnya Ketua MUI Kecamatan Cempaka Putih, KH. Mukhlis Usman
Sabtu, 13 Juni 2026

Blog Post

Related Post

Back to Top

Bahasa Arab