Namun bagi seorang mukmin, 1 Muharram adalah tanda bahwa Allah masih memberikan kesempatan hidup. Kesempatan untuk memperbaiki yang rusak. Kesempatan untuk menambal yang kurang.
Kesempatan untuk bertaubat sebelum ajal datang menjemput.
Coba renungkan. Setahun yang lalu, ketika 1 Muharram 1447 H tiba, siapa saja yang masih bersama kita Justru yang berkurang adalah jatah usia kita.
Satu tahun telah pergi.
Dan satu tahun lebih dekat kepada hari ketika kita menghadap Allah SWT.
Maka pada 1 Muharram ini, mari bertanya kepada diri sendiri:
Apa yang telah berubah dalam ibadah saya selama setahun terakhir?
Apakah saya lebih dekat kepada Al-Qur'an dibanding tahun lalu? Apakah shalat saya lebih baik daripada sebelumnya? Dosa apa yang masih saya pertahankan? Amal apa yang sudah saya persiapkan untuk kehidupan setelah kematian?
Inilah makna hijrah yang sesungguhnya. Bukan sekadar berpindah tempat. Tetapi berpindah dari kelalaian menuju kesadaran. Dari kemaksiatan menuju ketaatan. Dari banyak rencana menuju banyak amal nyata.
Tahun Baru Islam bukanlah saat untuk berbangga karena umur bertambah. Tetapi saat untuk bermuhasabah karena waktu hidup semakin berkurang.
Semoga 1 Muharram 1448 H menjadi awal hijrah yang lebih baik.
Hijrah hati menuju keikhlasan.
Hijrah lisan menuju kebaikan.
Hijrah amal menuju ridha Allah SWT.
Karena suatu hari nanti, yang akan ditanya bukan berapa tahun kita hidup. Tetapi untuk apa umur itu kita gunakan.
Selamat memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Semoga Allah menerima amal kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan meneguhkan langkah kita di jalan-Nya.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.