Jumlah Ismiyah: Siapa yang Dibicarakan dan Apa Beritanya?
Pernahkah kamu mendengar kalimat seperti:
"Siswa itu rajin."
"Masjid itu besar."
"Rumah itu indah."
Kalau diperhatikan, semua kalimat tersebut memiliki pola yang sama.
Ada sesuatu yang dibicarakan, lalu ada informasi tentang sesuatu tersebut.
Dalam bahasa Arab, pola seperti ini disebut Jumlah Ismiyah (الجملة الاسمية).
Apa Itu Jumlah Ismiyah?
Jumlah Ismiyah adalah kalimat yang diawali dengan isim (ingatvsengan ALWIN JERAFAH).
Rumus sederhananya:
مبتدأ + خبر
Sebelum menghafal istilahnya, mari pahami dulu maknanya.
Bayangkan ada seseorang yang bertanya:
"Siapa itu?"
Lalu dijawab:
"Itu seorang siswa."
Kemudian ia bertanya lagi:
"Bagaimana siswa itu?"
Lalu dijawab:
"Dia rajin."
Nah, dari sinilah kita mengenal Mubtada' dan Khabar.
Mubtada': Siapa yang Sedang Dibicarakan?
Mubtada' adalah sesuatu yang sedang dibicarakan dalam kalimat.
Perhatikan contoh berikut:
الطالبُ مجتهدٌ
Artinya:
Siswa itu rajin.
Sekarang coba jawab pertanyaan ini:
Siapa yang sedang dibicarakan?
Jawabannya:
➡️ الطالبُ (siswa)
Karena siswa itulah yang menjadi pokok pembicaraan, maka disebut Mubtada'.
Khabar: Apa Informasi Tentangnya?
Sekarang kita lanjutkan. Bagaimana siswa itu?
Jawabannya:
➡️ مجتهدٌ (rajin)
Karena kata tersebut memberikan informasi tentang siswa, maka disebut Khabar.
Cara Cepat Menemukan Mubtada' dan Khabar
Setiap menemukan jumlah ismiyah, cukup tanyakan dua hal:
Pertanyaan pertama
Siapa atau apa yang sedang dibicarakan?
➡️ Mubtada'
Pertanyaan kedua
Apa informasi tentangnya?
➡️ Khabar
Mudah, bukan?
Status I'rab Mubtada' dan Khabar
Ada satu kaidah penting yang harus selalu diingat:
الأصل في المبتدأ والخبر الرفع
"Hukum asal Mubtada' dan Khabar adalah marfū'."
Artinya:
✅ Mubtada' selalu marfū'
✅ Khabar juga marfū'
Contoh 1
الطالبُ مجتهدٌ
Artinya:
Siswa itu rajin.
Coba perhatikan:
Siapa yang dibicarakan?
➡️ الطالبُ
Apa informasinya?
➡️ مجتهدٌ
I'rabnya:
الطالبُ : Mubtada', marfū', tanda rafa'nya dhammah
مجتهدٌ : Khabar, marfū', tanda rafa'nya dhammah
Contoh 2
المسجدُ واسعٌ
Artinya:
Masjid itu luas.
Siapa yang dibicarakan?
➡️ المسجدُ
Apa informasinya?
➡️ واسعٌ
I'rabnya:
المسجدُ : Mubtada', marfū', tanda rafa'nya dhammah
واسعٌ : Khabar, marfū', tanda rafa'nya dhammah.
Tanda Rafa'nya Mubtada dan Khabar
Setelah memahami bahwa Mubtada' dan Khabar selalu berstatus marfū', muncul pertanyaan:
"Bagaimana cara mengetahui bahwa suatu kata itu marfū'?"
Jawabannya adalah dengan melihat tanda rafa' (علامة الرفع) yang ada pada kata tersebut.
Tanda rafa' tidak selalu berupa dhammah. Ada kalanya berupa alif atau wawu, tergantung jenis isimnya.
1. Dhammah (الضمة)
Dhammah adalah tanda rafa' yang paling sering kita jumpai. Tanda ini digunakan pada isim mufrad, jamak muannats salim, dan sebagian jamak taksir.
Contoh:
الطالبُ مجتهدٌ
Artinya:
Siswa itu rajin.
Perhatikan akhir kedua kata tersebut:
الطالبُ
مجتهدٌ
Keduanya berakhiran dhammah, yang menunjukkan bahwa keduanya marfū'.
Contoh lain:
المسجدُ واسعٌ
المسجدُ : Mubtada', marfū' dengan dhammah
واسعٌ : Khabar, marfū' dengan dhammah
2. Alif (الألف)
Alif menjadi tanda rafa' untuk isim tasniyah (dua orang atau dua benda).
Contoh:
الطالبانِ مجتهدانِ
Artinya:
Dua siswa itu rajin.
Perhatikan kata:
الطالبانِ
مجتهدانِ
Keduanya menunjukkan bentuk tasniyah dan berstatus marfū' dengan tanda rafa' berupa alif.
3. Wawu (الواو)
Wawu menjadi tanda rafa' untuk jamak muzakkar salim.
Contoh:
المسلمونَ فائزونَ
Artinya:
Kaum muslimin itu menang.
Perhatikan:
المسلمونَ
فائزونَ
Keduanya marfū' dengan tanda rafa' berupa wawu.
Cara Mudah Mengingat
Saat menemukan Mubtada' dan Khabar, ingatlah bahwa keduanya pasti marfū'.
Kemudian lihat bentuk katanya:
Jika tunggal (mufrad) → biasanya tanda rafa'nya dhammah
Jika dua (tasniyah)→ tanda rafa'nya alif
Jika jamak muzakkar salim → tanda rafa'nya wawu.